KAMI MENYEDIAKAN SAYUR-SAYURAN SEGAR, BUAH-BUAHAN (LOKAL DAN IMPORT), BUMBU-BUMBU, IKAN, SEAFOOD, DAGING SAPI DAN AYAM POTONG, SEGERA HUBUNGI DAN TEMUKAN INFORMASI LENGKAP KAMI...KLICK DI SINI


Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan

10.6.12

Jamur Champignon


Jamur kompos atau champignon adalah jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia.
Dalam bahasa Inggris disebut sebagai table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Di Perancis disebut sebagai champignon de Paris, tapi penutur bahasa Inggris sering menyebutnya sebagai champignon yang dalam bahasa Perancis mencakup segala jenis fungi, termasuk jamur pangan, jamur beracun, dan jamur penyebab infeksi.
Jamur champignon dipanen sewaktu masih berdiameter 2-4 cm. Tubuh buah dewasa dengan payung yang sudah mekar mempunyai diameter sampai 20 cm.

Manfaat
Jamur champignon dijual dalam bentuk segar atau kalengan, biasanya digunakan dalam berbagai masakan Barat seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan selada. Jamur kancing memiliki aroma unik, sebagian orang ada yang menyebutnya sedikit manis atau seperti "daging".
Jamur champignon segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.
Jamur champignon dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu. Jamur kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur champignon segar sebaiknya cepat dimasak selagi masih belum berubah warna.

Jamur champignon sudah dibudidayakan di Perancis pada abad ke-17. Di Eropa konon jamur champignon sudah diketahui tumbuh secara alami di atas tumpukan kotoran kuda sejak zaman kuno di Romawi dan Yunani. Jamur champignon yang berwarna coklat muda merupakan hasil mutasi alami di perkebunan milik seorang petani di Pennsylvania di tahun 1926.
Sekarang sangat mudah menemukan jenis jamur ini di pasaran DAN UMUM di jual perkarton untuk pasokan restaurant.

Jamur Inoki Hasil Budi Daya


Jamur Enokitake (jamur enoki) adalah jamur pangan dengan tubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas. Di wilayah dunia beriklim sejuk, jamur tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi. Jamur juga diketahui tumbuh di bawah salju. Jamur tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki). Jamur juga bisa tumbuh di permukaan batang kayu lapuk pohon-pohon berdaun lebar seperti Bebesaran dan Kesemek. Jamur ini sering dianggap sebagai hama bagi beberapa produk pertanian.

Budi Daya
Jamur Enokitake hasil budidaya bisa dipanen sepanjang tahun. Tubuh buah Enokitake hasil budidaya terlihat berbeda dari Enokitake yang tumbuh di alam bebas. Jamur hasil budidaya dilindungi dari sinar matahari sehingga berwarna putih, sedangkan jamur di alam bebas berwarna coklat hampir merah jambu. Jamur hasil budidaya juga memiliki batang yang panjang dan kurus-kurus, sedangkan jamur di alam bebas memiliki batang yang lebih pendek dan gemuk. Rasa jamur hasil budidaya juga sangat berbeda dengan jamur yang tumbuh di alam bebas. Enokitake yang tersedia di pasar swalayan merupakan hasil budidaya. Jamur dibudidayakan dengan menggunakan botol plastik atau kantong plastik. Jamur memerlukan waktu 30 hari pada suhu 15 °C dan kelembapan 70% di atas media tanam serbuk gergaji atau serbuk bonggol jagung ditambah berbagai bahan campuran lain. Setelah itu, jamur masih perlu tumbuh 30 hari lagi dengan suhu yang lebih sejuk dan lebih lembap.

Manfaat
Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup dalam Jepang, Korea, masakan Cina, dan Vietnam. Jamur mempunyai tekstur garing dan aroma yang segar. Bagian akar perlu dipotong sebelum digunakan dalam masakan. Jamur segar tahan disimpan di lemari es sampai satu minggu.
Jamur Enokitake sangat mudah dibudidayakan dan sudah dibudidayakan di Jepang sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Enokitake bisa ditanam sendiri di rumah asalkan suhu cukup sejuk. Di Cina, jamur ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati susah buang air besar.
Biasanya jamur ini digunakan dalam makanan – makanan yang berbau Asia. Jamur ini juga banyak digunakan sebagai bahan salad (di mana rasa terbaik dari jamur ini dapat dinikmati), sup dan juga sering digoreng bersama sayuran dan daging.

Kandungan gizi
Jamur Enokitake mengandung banyak serat. Jamur ini juga mengandung banyak protein dan beberapa vitamin seperti vitamin B, serta mineral. Satu mangkuk jamur mentah diperkirakan dapat menyediakan 20 kalori. Jamur ini juga tidak mengandung gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga dapat dijadikan pilihan bahan makanan untuk diet. Jamur Enokitake juga mengandung senyawa flammulin yang merupakan senyawa anti kanker dan tumor. Jamur Enokitake juga dipercaya dapat menstimulasi sistem imun dan juga memiliki aktivitas anti viral dan anti bakteri. Selain itu, dalam jamur ini juga terdapat senyawa lain yang berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan juga penurun kolestrol. Penelitian juga menginformasikan bahwa Enokitake berguna dalam perawatan lymphomia dan kanker prostat.

Jamur Shimeji


Jamur sebagai makanan yang memiliki nilai nutrisi dan gizi yang tinggi,memiliki citra rasa yang "lezat", eksotik dan mewah. Jamur shimeji dapat tumbuh dimana saja asal kondisi sesuai dengan persyaratan.
Teknologi budidaya terentang dari yang kompleks dan canggih disertai peralatan jutaan dollar sampai dengan yang sederhana yang dapat dilakukkan oleh tangan ibu-ibu dan anak-anak.
Memiliki nilai ekonomi yang masih lumayan dibandingkan dengan usaha agro lainnya.

Pada awalnya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan kemurahan alam. Dengan cara seperti ini, jumlah jamur yang didapat sangat terbatas dan hanya pada musim tertentu bisa diperoleh. Di Indonesia jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Insiatif membudidayakan jamur konsumsi dilakukkan saat kebutuhannya terus meningkat, sedangkan persediaan di alam semakin terbatas. Berkat pengamatan dan ketelitian mempelajari cara hidupnya, manusia berhasil membudidayakan jamur konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat setiap saat.

Kegiatan pembudidayaan jamur konsumsi menciptakan sebuah pekerjaan baru dibidang pertanian yang selama ini belum dikenal dimasyarakat petani di Indonesia. Membudidayakan jamur konsumsi, khususnya jamur kuping, tiram dan jamur merang, mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan baik dilakukkan dalam skala kecil maupun besar. Hal ini tdk terlepas dari tingginya permintaan dan nilai jual ketiga jamur tsb. Selain itu, budidaya jamur kuping, tiram dan merang memiliki beberapa keuntungan komparatif dibandingkan dengan budidaya tanaman sayur komersil lainnya.
Keuntungan itu meliputi aspek ketersediaan bibit, media tanam, lokasi dan luas lahan untuk pembudidayaan, serta harga jual yang tinggi.
Kegunaan
Sejak ratusan tahun yang lalu jamur sdh menjadi makanan istimewa bagi sekelompok orang. Bukan saja karena kelezatan dan nilai gizinya yang tinggi, tapi juga karena bermanfaat sebagai obat. Orang Indian Meksiko menggunakan jamur untuk menciptakan halusinasi dalam upaya ritual. Banyak orang memperlakukkan jamur sebagai bahan makanan menakutkan. Dalam sejarah, jamur pernah dipandang sebagai racun hebat dan mematikan. Kaisar Caludius pada 54 Masehi mengkat terkena racun dari jamur yang diberikan istrinya Agrippina, sedangkan Paus Clement VII bernasib sama pada 1534.
Namun, selain menakutkan, jamur juga dipandang sebagai makanan bernilai tinggi. Penguasa tertinggi Mesir Kuno, Para Pharao, menganggap jamur sebagai "MAKANAN ILLAHI" sehingga jenis makanan ini terlarang bagi rakyat biasa. Orang-orang Romawi percaya jamur memberikan kekuatan sehingga mereka menjadikannya sebagai bagian dari menu makanan tentara, sedangkan orang-orang China memandang jamur sebagai makanan yang baik dan bermanfaat untuk kesehatan.
Berdebat mengenai rasa jamur bisa berkepanjangan, namun untuk nilai gizi sejumlah peneliti ilmiah menunjukan jamur punya keunggulan dibandingkan bahan makanan lain dari tumbuhan dan hewan.
Jamur bukan hanya memiliki nilai gizi tapi juga punya sejumlah efek positif untuk kesehatan. Kandungan mineral dan karbohidrat pada jamur sangat tinggi serta punya beragam karakter dan khasiat.
Note: Di setiap restaurant sudah menyediakan resep yang terkait dengan jenis jamur ini. Untuk memesan bahan mentah, kami menyediakan dan siap melayani pesanan.

Jamur Kancing


Jamur kancing kabarnya sudah dibudidayakan di Perancis pada abad ke-17. Di Eropa konon jamur kancing sudah diketahui tumbuh secara alami di atas tumpukan kotoran kuda sejak zaman kuno di Romawi dan Yunani.
Jamur kancing yang berwarna coklat muda merupakan hasil mutasi alami di perkebunan milik seorang petani di Pennsylvania di tahun 1926.
Jamur kancing (Agaricus bisporus), jamur kompos atau champignon adalah jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia.
Dalam bahasa Inggris disebut sebagai table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Di Perancis disebut sebagai champignon de Paris, tapi penutur bahasa Inggris sering menyebutnya sebagai champignon yang dalam bahasa Perancis mencakup segala jenis fungi, termasuk jamur pangan, jamur beracun, dan jamur penyebab infeksi.
Jamur kancing dipanen sewaktu masih berdiameter 2-4 cm. Tubuh buah dewasa dengan payung yang sudah mekar mempunyai diameter sampai 20 cm.

Kegunaan
Jamur kancing dijual dalam bentuk segar atau kalengan, biasanya digunakan dalam berbagai masakan Barat seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan selada. Jamur kancing memiliki aroma unik, sebagian orang ada yang menyebutnya sedikit manis atau seperti "daging".
Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.
Jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu. Jamur kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur kancing segar sebaiknya cepat dimasak selagi masih belum berubah warna.

Jamur Sintake

Jamur shitake merupakan jamur yang berwarna gelap, berbentuk payung dengan aroma kayu yang tajam. Nama shitake sendiri berasal dari bahasa Jepang 'shii' yang berarti kayu lapuk atau mati tempat jamur tumbuh dan 'take' yang berarti jamur. Meskipun namanya berasal dari bahasa Jepang, namun jamur shitake dipercaya berasal dari Cina dan telah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Kini jamur shitake telah dikenal di seluruh dunia dan menjadi salah satu menu diet bagi bangsa-bangsa di Asia. Saat ini jamur shitake banyak dibudidayakan di wilayah Cina, Korea dan Jepang serta dapat dijumpai di daerah pegunungan Asia Tenggara.

Dalam bahasa Cina, jamur shitake yang biasa disebut 'xianggu', sementara jamur shitake yang berkualitas tinggi disebut 'donggu' yang berarti jamur musim dingin dengan payung yang lebih tebal, atau 'huagu' yang berarti jamur bunga karena di permukaan payung bagian atasnya bermotif retak-retak seperti bunga yang sedang mekar. Sementara di Indonesia sendiri, jamur shitake biasa disebut jamur jengkol karena aroma dan bentuknya yang menyerupai jengkol.

Di Jepang telah banyak dilakukan penelitian yang intensif mengenai jamur shitake untuk mengetahui khasiatnya. Sebuah penelitian pada tahun 1970 menemukan bahwa asam amino yang terkandung di dalam jamur shitake dapat membantu memproses kolesterol di dalam hati sehingga menurunkan kadar kolesterol darah. Asam amino yang terkandung dalam jamur shitake antara lain thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur shitake juga mengandung ergosterol yang nantinya akan diolah menjadi vitamin D oleh tubuh setelah kulit terkena sinar matahari.

Selain itu, jamur shitake juga mengandung lentinan yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mengatasi gangguan pencernaan, hati, meredakan serangan pilek dan melancarkan peredaran darah. Lentinan juga dapat mencegah berkembangbiaknya virus serta melawan infeksi dengan merangsang produksi interferon yang merupakan antivirus alami dari tubuh.

Karena mengandung lentinan, sejak tahun 1985 jamur shitake juga diakui sebagai obat anti kanker di Jepang. Lentinan berfungsi untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup orang-orang yang menderita kanker perut dengan menstimulasi akivitas kekebalan. Di samping itu, penelitian juga menyarankan penggunaan lentinan untuk melawan AIDS. Pasien-pasien dengan penyakit HIV yang mengkonsumsi lentinan cair bersama dengan diadanosine, obat anti-HIV, pertumbuhan sel T-nya akan meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan pasien yang hanya mengkonsumsi diadanosine saja. Selain itu, lentinan yang terkandung dalam jamur shitake yang digabung dengan obat-obatan konvensional juga dapat menolong pasien 'bypass' jantung dengan melawan infeksinya. Manfaat lain, jamur shitake juga dipercaya sebagai anti aging yang dapat mencegah penuaan dini.

Selain rasanya yang enak, ternyata jamur shitake juga memiliki manfaat yang sangat bagus untuk tubuh. Jamur ini merupakan tumbuhan yang banyak mengandung protein, sedikit berlemak serta mempunyai rasa yang manis. Jamur beraroma khas ini juga menjadi makanan favorit para vegetarian karena dianggap sama lezatnya dengan daging.